Selasa, 23 Desember 2014

KEADAAN EKONOMI EROPA PASCA PERANG DUNIA II HINGGA MENJADI UNI EROPA



 KEADAAN EKONOMI EROPA PASCA PERANG DUNIA II HINGGA
MENJADI UNI EROPA.
Oleh : Febrian Adi Saputra

Setelah berakhirnya Perang Dunia II, negara-negara Eropa mengalami kemerosotan yang sangat tajam di bidang ekonomi. Dengan adanya kenyataan tersebut, negara Amerika Serikat memberikan bantuan melalui kebijakan Marshall Plan. Setelah Marshall Plan berakhir, negara-negara Eropa membentuk suatu komunitas yang bertujuan untuk memulihkan perekonomian Eropa bernama EEC (European Economic Community) atau Masyarakat Ekonomi Eropa. Setelah sukses dengan menjalankan programnya melalui kebijakan-kebijakan seperti Tarif Bea Bersama (Common Customs Tariff) dan Kebijakan Komersial Bersama (Common Commercial Policy), EEC mengganti namanya menjadi Euratom (Masyarakat Atom Eropa).

Hingga akhirnya, pada abad ke-20 EEC berubah menjadi European Union atau Uni Eropa hingga saat ini. Tercatat ada 27 negara anggota UE dengan 23 bahasa resmi. Pengaruh Uni Eropa tidak hanya terjadi pada negara-negara Eropa, tetapi juga sampai pada Indonesia melalui berbagai bentuk kerjasama.

Sejarah telah mencatat bahwa negara-negara Barat (Regional Eropa) merupakan wilayah-wilayah tempat munculnya peradaban manusia yang cukup maju. Mulai dari pesisir pantai sampai dengan wilayah daratan Eropa tidak luput dari keterlibatannya dalam perkembangan peradaban kehidupan manusia dari dulu sampai sekarang. Hubungan-hubungan masa lalu yang tercipta sebagai hasil dari upaya pemenuhan kebutuhan hidup melalui perdagangan, perluasan wilayah, dan pengakuan kedaulatan dari wilayah-wilayah sekitar telah menimbulkan banyak kejadian penting yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan peradaban kehidupan manusia sampai detik ini.
Kesadaran terhadap dampak negatif dari peperangan di masa lalu mencapai puncaknya pada pasca Perang Dunia II dan menyebabkan negara-negara Eropa yang termasuk ke dalam blok Eropa Barat mendirikan Council of Europe pada tahun 1949. Pengalaman yang tidak menyenangkan selama masa perang memicu negara-negara Eropa Barat untuk melakukan usaha-usaha penyelamatan Eropa dari kemungkinan-kemungkinan peperangan di masa yang akan datang.
Dalam perkembangan Uni Eropa, negara-negara pionir –yang juga dikenal dengan sebutan The Inner Six– sering melakukan pertemuan-pertemuan dan menghasilkan traktat-traktat yang menghasilkan kesepakatan baru. Perjalanan terbentuknya Uni Eropa dari masa awal mengalami perkembangan yang cukup bagus dan signifikan. Hal yang paling mencolok adalah semakin banyaknya negara-negara Eropa yang bergabung dengan The Inner Six sehingga terbentuklah persatuan yang saat ini dikenal dengan sebutan European Union. Saat ini tercatat ada 27 negara anggota UE dengan 23 bahasa resmi.

1.      Perekonomian Eropa setelah Perang Dunia II

Setelah Perang Dunia II berakhir, kondisi ekonomi Eropa pada saat itu sangat memprihatinkan. Oleh karena itu, negara pemenang Perang Dunia II saat itu (Amerika karena negara merdeka tidak terkena dampak Perang Dunia II) mengeluarkan rencana pembangunan ekonomi di Eropa Barat yang disebut Marshall Plan. Dengan adanya Marshall Plan, Eropa mengalami kemajuan dalam perokonomian mereka. Inisiatif tersebut dikemukakan oleh Seketaris Negara Amerika yaitu George Marshall. Inti dari rencana tersebut adalah memberikan bantuan kepada Negara Eropa Barat yang terkena imbas Perang Dunia II sekaligus berusaha membendung pengaruh komunisme di Eropa Barat. Program tersebut berjalan dari tahun 1947 dan berakhir pada tahun 1951.

Syarat untuk memperoleh bantuan ini dengan memenuhi kesepakatan sebagai berikut

1.      Amerika Serikat akan memberikan pinjaman jangka panjang  kepada negara-negara Eropa Barat untuk membangun  kembali perekonomiannya.

2.      Sebagai imbalan negara peminjam diwajibkan :
a)      Berusaha menstabilkan keuangan masing-masing negara dan melaksanakan anggaran pendapatan yang berimbang.
b)      Mengurangi penghalang-penghalang yang menghambat kelancaran perdagangan antara negara-negara peminjam.
c)      Mencegah terjadinya inflasi.
d)     Menempatkan perekonomian negara masing-masing negara atas dasar sendi-sendi perekonomian yang sehat.

Dengan adanya Marshall Plan, maka tertanamlah dasar-dasar terbentuknya kerjasama yang erat antara negara-negara Eropa Barat dalam pembangunan perekonomiannya. Sejak tahun 1951, maka Amerika Serikat lebih mengutamakan konsolidasi pertahanan terhadap kemungkinan meluasnya paham komunis.

2.      Terbentuknya MEE (Masyarakat Ekonomi Eropa)

Pada tanggal 9 Mei 1950, Perdana Menteri Prancis Robert Schuman mencanangkan kerjasama dalam segala hal meliputi ekonomi dan militer yang akhirnya ditetapkan sebagai Hari Eropa. Pada 1951, para konsumen dan produsen utama batu bara dan baja di Eropa Daratan, dua barang yang paling pokok untuk pembangunan kembali Eropa Barat, menciptakan Komunitas Batu Bara dan Baja Eropa (ECSC). Enam anggotanya, Perancis, Jerman Barat, Belanda, Belgia, Luksemburg, dan Italia, bermaksud menaruh kompleks industri Ruhr, jantung kekuatan industri Jerman, di bawah kendali internasional, dengan cara itu mendorong kerjasama dan kerukunan, dan juga kekuatan ekonomi.
Disemangati keberhasilan ECSC, pada 1957 enam negeri itu mendirikan Komunitas Ekonomi Eropa (EEC), juga dikenal sebagai Pasar Bersama: Suatu penyatuan bea yang menciptakan pasar bebas di antara negara-negara anggota dan berusahan meningkatkan kondisi kehidupan mereka. (European Economic Community (EEC) berdiri berdasarkan Perjanjian Roma pada tahun 1957.
OEEC ini awalnya dicanangkan oleh Sekretaris Negera Kesatuan Eropa yang bernama Marshall. Sepuluh tahun berselang, tepatnya pada tahun 1967,dengan Masyarakat Batu Bara dan Besi Baja Eropa dan Masyarakat Atom Eropa (Euratom) menjadi Masyarakat-Masyarakat Eropa (MEE atau ME). Dengan adanya komunitas tersebut, menjadikan Masyarakat Eropa sebagai “pilar utama” dari Uni Eropa. Banyak keberhasilan yang telah dicapai pembentukan ME, tetapi banyak rintangan non-tarif yang dibangun sesudah itu dan menyulitkan pemanfaatan pasar yang amat besar ini. Sejak semula ME berkembang menuju ke arah suatu kelompok internasional yang perlu diperhitungkan. Penghapusan tarif dan pembatasan-pembatasan kuantitatif ke dalam diiringi ke luar dengan pembentukan Tarif Bea Bersama (Common Customs Tariff) dan Kebijakan Komersial Bersama (Common Commercial Policy).
Kebijakan bersama yang lain, ialah Kebijakan Pertanian Bersama (Common Agricultural Policy), Kebijakan Perikanan Bersama (Common Fisheries Policy), dan akhir-akhir ini kebijakan bersama dalam bidang pengangkutan dan lingkungan.


3.      Perkembangan ME hingga menjadi UE

Uni Eropa (European Union atau UE) adalah Sebuah organisasi antar pemerintahan dan supranasional yang terdiri atas negara-negara Eropa. Uni Eropa sejak 1 Januari 2007 telah memiliki 27 negara anggota. Persatuan ini didirikan atas nama tersebut di bawah perjanjian Uni Eropa (yang lebih dikenal dengan perjanjian Maastricht) pada 1992.
Organisasi internasional ini bekerja melalui gabungan system supranasional dan antar pemerintah. Di beberapa bidang keputusan-keputusan ditetapkan melalui musyawarah dan mufakat di antara negara-negara anggota, dan di bidang-bidang lainnya lembaga-lembaga yang bersifat supranasional menjalankan tanggung jawab tanpa perlu persetujuan anggota-anggotanya. Lembaga yang penting di dalam UE adalah Komisi Eropa, Dewan Uni Eropa, Dewan Eropa, Mahkamah Eropa, dan Bank Sentral Eropa. Terdapat pula Parlementer Eropa yang anggota-anggotanya dipilih langsung oleh warga Negara anggota.

4.      Sejarah Pembentukan Uni Eropa

Kesadaran terhadap dampak negatif dari peperangan pada masa lalu menyebabkan negara-negara Eropa yang termasuk ke dalam blok Eropa Barat mendirikan Council of Europe. Dalam perkembangan Uni Eropa, negara-negara pionir yang juga dikenal dengan sebutan The Inner Six sering melakukan pertemuan-pertemuan dan menghasilkan banyak persetujuan yang menghasilkan banyak kesepakatan baru. Hal yang mencolok adalah semakin banyaknya negara-negara Eropa yang bergabung dengan The Inner Six sehingga terbentuknya persatuan yang saat ini dikenal dengan sebutan European Union.
Setelah perang Dunia 1 dan Perang Dunia II, keinginan untuk mendirikan Uni Eropa semakin meningkat, didorong oleh keinginan untuk membangun kembali Eropa dan menghilangkan kemungkinan perang lainnya. Oleh karena itu dibentuklah European Coal and Steel Community oleh Jerman, Prancis, Italia, dan negara-negara Benelux. Hal ini terjadi oleh Perjanjian Paris (1951), ditandatangani pada April 1951 dan dimulai pada Juli 1952. Untuk menyederhanakan alur sejarah panjang UE, berikut ditampilkan tabel kronologis peristiwa sejarah penting UE.

Tahun Peristiwa

9 Mei 1950 Pidato Perdana Menteri Prancis Robert Schuman yang selanjutnya diperingati sebagai “Europe Day” 18 April 1951 Pendirian ESCS (European Coal and Steel Community oleh Jerman, Prancis, Italia dan Benelux) 25 Maret 1957 Pendirian EEC (European Economic Community) Dan Euratom (European Atom Community) 30 Juli 1962 EU memulai kebijakan pertanian di mana pertanian di bayar dengan harga yang sama untuk produk mereka 20 Juli 1963 EU menandatangi perjanjian internasional pertama mereka di mana EU akan membantu 18 negara bekas koloni mereka di Afrika 1 Juli 1968 The Inner Six menghapus bea masuk atas impor dan ekspor antar Negara 24 April 1972.
 Rencana pertama Uni Eropa untuk mata uang tunggal berasal dari tahun 1970. Merupakan langkah pertama menuju pengenalan euro, 30 tahun kemudian. 1 Januari 1973 Masuknya Irlandia, Inggris, Denmark 10 Desember 1974 Untuk menunjukkan solidaritas EU membentuk European Regional Development Fund 7 – 10 Juni 1979 Warga negara Uni Eropa untuk pertama kalinya secara langsung memilih anggota Parlemen Eropa 1 Januari 1981 Masuknya Yunani 1 Januari 1986 Masuknya Spanyol dan Portugal 17 Februari 1986 Penandatanganan Single European Act (SEA) 15 Juni 1987 EU meluncurkan program “Erasmus” untuk mendanai mahasiswa yang ingin belajar selama satu tahun di Negara Eropa lain.
7 Februari 1992 Treaty of Maastricht (Treaty of European Union) 1 Januari 1995 Bergabungnya Austria, Finlandia dan Swedia 26 Maret 1995 Perjanjian Schengen berlaku di tujuh negara : Belgia, Jerman, Spanyol, Perancis, Luksemburg, Belanda, dan Portugal. Wisatawan dari setiap negara dapat melakukan perjalanan di Negara-negara ini tanpa kontrol paspor di perbatasan. Dan mulai sejak itu negara – negara anggota EU mengadopsi perjanjian tersebut 17 Juni 1997 Penandatanganan Perjanjian Amsterdam (Treaty of Amsterdam) 13 Desember 1997 Pemimpin EU sepakat untuk memulai proses perundingan keanggotaan dengan 10 negara dari eropa tengah dan timur: Bulgaria, Republik Ceko, Estonia, Hongaria, Latvia, Lithuania, Polandia, Romania, Slovakia, dan Slovenia.
Juga termasuk kepulauan yang berada di Laut Mediterania, Cyprus, dan Malta 1 Januari 1999 Euro diperkenalkan di 11 negara (Di ikuti oleh Yunani pada tahun 2001) untuk transaksi komersial dan finansial. Uang kertas dan koin akan menyusul. Negara - negara Euro adalah Belgia, Jerman, Yunani, Spanyol, Perancis, Irlandia, Italia, Luksemburg, Belanda, Austria, Portugal, dan Finlandia. Denmark, Swedia, kecuali Inggris tetap mempertahankan GBP untuk sementara waktu 1 Januari 2002 Peluncuran Euro sebagai mata uang EU 1 Mei 2004 Delapan Negara Eropa tengah dan timur: Republik Ceko, Estonia, Latvia, Lithuania, Hongaria, Polandia, Slovenia, dan Slovakia bergabung dengan UE 1 Januari 2007 Negara dari Eropa timur, Bulgaria dan Rumania bergabung dengan UE 13 Desember 2007 Ke-27 Negara Eropa yang bergabung dengan EU menandatangani Treaty of Lisbon.











DAFTAR PUSTAKA

Djaja, Wahyudi. 2012. Sejarah Eropa: Dari Eropa Kuno Hingga Eropa Modern. Yogyakarta: Penerbit Ombak.
Luhulima, C.P.F. 1992. Eropa Sebagai Kekuatan Dunia: Lintasan Sejarah Dan Tantangan Masa Depan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Perry, Marvin. 2013. Peradaban Barat: Dari Revolusi Prancis Hingga Zaman Global. Bantul: Kreasi Wacana.

2 komentar: